Lewati ke konten utama

Mengatur Batas Maksimum Jatuh Tempo Faktur

Pelajari lebih rinci cara mengkonfigurasi maksimum usia jatuh tempo faktur

Ditulis oleh Yansen Yulius

Kepercayaan adalah fondasi dari bisnis apa pun, dan menawarkan opsi pembayaran tempo kepada pelanggan setia sering kali menjadi strategi ampuh untuk menjaga hubungan baik serta meningkatkan penjualan. Dalam sistem akuntansi, setiap piutang ini akan tercatat beserta nominal dan usia jatuh temponya secara spesifik.

Namun, tanpa kendali yang tepat, penumpukan piutang justru bisa menjadi bumerang dan membahayakan cash flow (arus kas) perusahaan. Di sinilah pentingnya menerapkan konfigurasi Maksimum Usia Jatuh Tempo Piutang (Debt Maximum Overdue). Artikel ini akan membahas bagaimana menetapkan batasan otomatis yang bijak agar bisnis Anda tetap ekspansif tanpa harus mengorbankan kesehatan finansialnya.


I. Atur Maksimum Keterlambatan Pelanggan

Langkah 1. Buka Menu Contacts

Navigate to Contacts Menu

Langkah 2. Klik tombol Edit

Click Edit Button

Langkah 3. Klik Sales & Debt

Sales & Debt

II. Membuat Transaksi Penjualan Baru

Langkah 1. Buka Menu Sell

Sebagai contoh di bawah kami membuat transaksi backdate

Backdate Transaction

Langkah 2. Atur Payment Sebagai Later

Set the Payment as Later

Langkah 3. Faktur Berhasil Terbuat

Unpaid Invoice

III. Verifikasi Umur Piutang Faktur

Langkah 1. Buka Menu Debt

Klik pada nominal kredit

Debt - AR

Seperti yang dapat Anda lihat di bawah ini, pelanggan bernama Mr Ridho Warsono memiliki satu faktur yang telah melewati batas maksimal keterlambatan pembayaran selama 3 hari.

Invoice Age

Langkah 2. Buat Transaksi Penjualan Baru

Saat memasukkan nama pelanggan, muncul pop-up kesalahan (seperti yang ditunjukkan pada tangkapan layar di bawah) yang menunjukkan bahwa pelanggan memiliki faktur jatuh tempo yang telah melampaui batas. Ini berarti pelanggan harus melunasi hutangnya terlebih dahulu.

Create New Sales Transaction

Artikel Terkait:


DealPOS adalah Aplikasi Kasir Online yang dirancang khusus untuk bisnis retail yang berkategori Fashion, Minimarket, Electronic, Fresh Food dan Toko Bangunan.

Dengan DealPOS, kamu dapat mengelola inventory toko online dan offline secara realtime dalam satu platform. Kamu juga bisa berjualan secara omnichannel (offline dan online), karena DealPOS terintegrasi dengan Marketplace (Shopee, Tokopedia, Tiktok Shop, Lazada) dan Webstore Instant (Shopify dan WooCommerce).

Untuk kebutuhan pencatatan keuangan yang lebih detail, tersedia Books App sebagai aplikasi pembukuan terpisah. Selain itu, proses perhitungan stok juga menjadi lebih mudah dengan DealPOS Scanner App yang mendukung fitur scanning barcode dan RFID.

dealpos-trial-indonesia
Apakah pertanyaan Anda terjawab?